FAKTOR-FAKTOR RISIKO RANTAI PASOK MATERIAL DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH
Kata Kunci:
Rantai pasok material, Risiko, Proyek konstruksiAbstrak
Proyek konstruksi gedung sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok material agar target waktu, biaya, dan mutu tercapai. Di Kota Banda Aceh gangguan rantai pasok kerap terjadi akibat kemacetan lalu lintas, ketidaksesuaian jumlah dan mutu material, serta lemahnya komunikasi antarpihak yang menyebabkan penundaan pekerjaan, pembengkakan biaya logistik, dan potensi penurunan kualitas konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang memengaruhi rantai pasok material pada proyek konstruksi gedung yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Banda Aceh periode 2020–2025. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner kepada 100 personil perusahaan kontraktor yang meliputi manajer proyek, manajer lapangan, insinyur lapangan, dan supervisor menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan analisis faktor menggunakan Principal Component Analysis (PCA) melalui perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 27. Hasil analisis mengungkap tiga faktor risiko utama yaitu faktor manajemen pesanan dengan varian sebesar 29,213%, faktor pasokan dan penyimpanan dengan varian sebesar 19,798%, serta faktor gangguan eksternal dan perubahan dengan varian sebesar 14,443%, sehingga total varian terjelaskan sebesar 63,454%. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan perencanaan pemesanan, pengendalian mutu dan kuantitas material, pengelolaan penyimpanan, serta peningkatan koordinasi dan mitigasi terhadap gangguan eksternal untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan proyek. Rekomendasi praktis meliputi optimalisasi jadwal pengadaan, standar penerimaan mutu material, peningkatan fasilitas logistik lokal, dan mekanisme komunikasi terpadu antar pemangku kepentingan.
